Kamis, 28 Februari 2013

Potensi Pasar Industri Kreatif



Potensi Pasar Industri Kreatif
Kemunculan industri kreatif memiliki kaitan dengan globalisasi dan kemajuan teknologi. Kita dapat dengan mudah mencari informasi dari berbagai sumber dengan mudah dan cepat. Tidak jarang suatu yang sedang tren di suatu negara dapat dengan cepat kita adopsi di negara lain. Dengan adanya globalisasi dan kemajuan teknologi mengubah karakter, gaya hidup, dan perilaku manusia menjadi lebih peka dan kritis. Selera masyarakat akan barang dan jasa yang diproduksi dan dikonsumsi juga mengalami perubahan.
Perubahan yang cepat dari hari ke hari menuntut manusia agar tidak “ketinggalan kereta”. Dan disinilah peran kreativitas dan inovasi diperlukan untuk menjawab semua perubahan yang cepat dengan cepat menyesuaikan diri.
Sekarang manusia tak lagi memandang barang atau jasa yang dikonsumsi hanya dari fungsi primernya saja. Melainkan ada semacam tuntutan akan nilai-nilai tambah tertentu yang menjadikan suatu barang atau jasa memiliki keunikan. Contohnya saja dalam hal pakaian. Jika dahulu pakaian hanya memiliki manfaat primer saja yaitu sebagai pelindung tubuh akan tetapi di zaman sekarang pakaian sudah menjadi bagian dari gaya hidup dimana kreasi pakaian yang unik akan memiliki nilai ekonomi tertentu yang bisa menjadi industri yang berkontribusi besar  bagi perekonomian negara.
Istilah ekonomi kreatif dan industri kreatif mulai marak diperbincangkan di Indonesia sejak tahun 2006. Kedua istilah tersebut sebenarnya saling terkait, dimana industri kreatif merupakan jantung dari ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif adalah kegiatan ekonomi dimana input dan output utamanya adalah gagasan (Howkins, 2001)
Sebenarnya gagasan yang seperti apakah yang menjadi pendorong ekonomi kreatif? Jawabannya yaitu gagasan yang orisinil dan dilindungi oleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Gagasan ini bisa di berbagai sektor diantaranya peneliti yang menemukan vaksin penyakit yang belum ada obatnya, pencipta lagu, pemain film, pengrajin dll.
Pada dasarnya aktivitas ekonomi kreatif telah berlangsung sejak lama sekali, keramik Cina, karpet Persia, batik Jawa adalah contoh produk-produk yang berbasis kreativitas. Akan tetapi sebelum era abad XXI semua produk tersebut lebih diidentikkan dengan produk budaya dan tidak memiliki pegaruh besar pada pertumbuhan ekonomi.
Semakin maju perekonomian negara-negara maju dimana tingkat pendapatan masyarakat meningkat jauh melebihi kebutuhan dasar hidupnya, permintaan terhadap produk-produk unik  dan memiliki nilai tambah pun meningkat.
Bukankah kreativitas terdapat pada semua orang?  Dan kebanyakan sumber daya kreatif berada pada negara berkembang. Jika UNESCO menetapkan beberapa kota di dunia yang memiliki industri kreatif seperti Paris, London dan New York, di Indonesia ada beberapa kota yang bisa digolongkan ke dalam kota kreatif yaitu Yogyakarta, Bandung, Denpasar dan Jakarta.
Yogyakarta kaya akan barang-barang kerajinan; Bandung merupakan pusat desain, fashion, dan musik; Denpasar memiliki kekayaan budaya dan seni tari; dan Jakarta merupakan sumber pelaku-pelaku kreatif di bidang arsitektur, musik, film, serta hiburan interaktif.
Lalu, mengapa industri kreatif haruslah dikembangkan? Industri kreatif memiliki dampak yang signifikan secara ekonomi utamanya dari perdagangan, baik nasional dan internasional dari produk barang dan jasa kreatif, pengembangan industri kreatif juga memiliki dampak positif terhadap aspek-aspek lainnya seperti aspek sosial dan budaya.
Pada aspek ekonomi berkembangnya perdagangan internasional adalah dampak langsung dari ekonomi kreatif. Berdasarkan data UNCTAD dan UNDP (2008) selama periode 2000-2005, perdagangan internasional barang dan jasa di industri ini tumbuh rata-rata 8,7% per tahun. Di negara-negara maju, kontribusi industri kreatif terhadap PDB negara menunjukkan peningkatan yang berarti dari tahun ke tahun. Di Inggris, industri kreatif menyumbang 8,2 % dari PDB negara (DCMS UK, 2006) dan di Amerika Serikat industri ini memberikan kontribusi 11,12 % (WIPO, 2006). Di Indonesia sendiri industri kreatif memiliki kontribusi terhadap PDB nasional sebesar rata-rata 6,3 % per tahunnya.
Potensi pasar industri kreatif sangatlah besar, hampir 50% belanja masyarakat di negara-negara maju merupakan produk dan jasa kreatif (UNCTAD dan UNDP, 2008). Hal ini menjadi peluang bagi Indonesia karena negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Kanada, Italia dan Jepang adalah negara-negara utama tujuan ekspor Indonesia.
Pada aspek sosial dampak utama dari industri kreatif adalah kontribusinya pada penciptaan lapangan kerja. Peranan industri kreatif pada penyerapan tenaga kerja biasanya cukup signifikan sekitar 2-8% dari keseluruhan tenaga kerja. Di Indonesia, industri kreatif rata-rata mampu menyerap tenaga kerja sekitar 5,4 juta jiwa per tahun atau setara dengan 5,8% dari seluruh tenaga kerja.
Industri kreatif memiliki hubungan erat dengan kebudayaan karena beberapa subsektor dalam industri kreatif adalah subsektor yang memiliki budaya seperti kerajinan, pasar barang seni, fashion, musik dan seni pertunjukan. Dengan adanya kreasi dan inovasi produk budaya yang selama ini memiliki kesan “kuno” dan “membosankan” dapat dikemas dengan lebih atraktif dan menarik serta tentunya memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Potensi pasar industri kreatif sangatlah besar sepertinya pemerintah sadar akan hal itu. Cetak biru (blue print) pengembangan industri kreatif Indonesia sudah disusun. Pemerintah-khususnya departemen perdagangan- sudah mengikrarkan komitmennya untuk mengembangkan potensi industri kreatif yang dipercaya bisa memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia. Visi ekonomi kreatif 2015 yakni “Bangsa Indonesia yang berkualitas hidup dan bercitra kreatif di mata dunia” dengan misi “Memberdayakan sumber daya insani Indonesia sebagai modal utama pembangunan nasional” juga sudah dicanangkan.
Meski demikian beberapa permasalahan yang menghambat pengembangan industri kreatif menunggu untuk dipecahkan. Permasalahan itu antara lain kuantitas dan kualitas sumber daya insani yang membutuhkan pendidikan,pelatihan, dan pengembangan.www.suarahujan22.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar