Kamis, 28 Februari 2013

Potensi Pasar Industri Kreatif



Potensi Pasar Industri Kreatif
Kemunculan industri kreatif memiliki kaitan dengan globalisasi dan kemajuan teknologi. Kita dapat dengan mudah mencari informasi dari berbagai sumber dengan mudah dan cepat. Tidak jarang suatu yang sedang tren di suatu negara dapat dengan cepat kita adopsi di negara lain. Dengan adanya globalisasi dan kemajuan teknologi mengubah karakter, gaya hidup, dan perilaku manusia menjadi lebih peka dan kritis. Selera masyarakat akan barang dan jasa yang diproduksi dan dikonsumsi juga mengalami perubahan.
Perubahan yang cepat dari hari ke hari menuntut manusia agar tidak “ketinggalan kereta”. Dan disinilah peran kreativitas dan inovasi diperlukan untuk menjawab semua perubahan yang cepat dengan cepat menyesuaikan diri.

Minggu, 24 Februari 2013

Sajak Tak Berguna



Dia mulai bersajak, mengungkapkan hal-hal yang menurutnya adalah suatu kebenaran.
Sebagian darinya memperlihatkan kedewasaan..namun sebagian lainnya memperlihatkan keangkuhan
Sedikit tak disadari bahwa kemampuan yang lain berbeda
Ada yang tak cakap dalam membaca situasi, ada juga yang memang tak mau tahu dengan segala kondisi
Ada yang berbisik mengenai apa yang ada dihadapannya, ada juga yang mulai bertingkah bak cacing kepanasan
Terasa gerah, namun dicoba tak dihiraukan
Obrolan demi obrolan yang entah apa yang sedang diperbincangkan akupun tak tahu
Mereka berbicara seolah-olah mereka juga mengetahuinya
Bak wirausahawan yang terkenal mereka mulai membuka sesi pertanyaan
Ada yang bertanya dengan pertanyaan yang tidak diketahuinya
Yupz, obrolan yang tak menarik

Jumat, 15 Februari 2013

Jurnalisme Islami

Di dalam bukunya Andreas Harsono yang berjudul  "Agama Saya adalah Jurnalisme" menerangkan bahwa tidak ada yang namanya "Jurnalisme Islami". Jurnalisme Islami tidak ada? mengapa? karena yang namanya jurnalisme tak bisa dibagi-bagi dengan agama. Jika para "pakar nasional" mengatakan bahwa "Jurnalisme Islami" memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan orang banyak apakah wartawan tidak berlaku demikian? apakah benar perilaku wartawan sudah bersih dari yang namanya suap dan dosa jika dia menggunakan label "Jurnalisme Islami"? yang namanya genre dalam jurnalisme bisa diakui sebagai gerakan baru bila orang-orang yang mempromosikannya bisa menerangkan seperangkat metode yang lebih advanced dari metode sebelumnya tanpa melawan elemen-elemen klasik dalam jurnalisme.
jadi, haruskah para "pakar nasional" tersebut masih mempertahankan pendapatnya yang hanya akan membuat mahasiswa bingung?

Suara Hujan



“Mau aku kutipkan suara hujan?”
Langit mulai kelabu di sore itu tatkala aku duduk termenung di sebuah dek kosong
Sekilas ku layangkan pandanganku mencari sosok yang dapat ku amati
Nyatanya kosong…
Waktu memberikan waktunya untukku lanjutkan lamunanku..
Dingin..beraninya kau menghantamku
Dan sunyi..nekadnya dirimu membelengguku

Sang burung pengantar berita datang menemuiku
Dia pecahkan lamunan yang sedari tadi ku susun rapi
Gulungan surat dari Tuannya sekarang berada dihadapanku
Sedikit resah melihat gulugan surat yang tak biasa itu
Sedikit lusuh dan kucel

Ya..Kucel
Gulungan itu adalah Kucel yang memberikan berita padaku
Kucel, gulungan kucel itu menawariku sebuah kutipan
Kutipan dari Suara Hujan di sore itu
Suara Hujan…sekali lagi..Suara Hujan
Yang mengabarkan padaku akan hujan yang akan datang untuk mengguyurkan kebahagiaan padaku
Bahagia yang sempat dia tawarkan