Rabu, 19 Maret 2014

Hujan Sore Ini

Tes..tes..rinai hujan mulai membasahi tubuhku. Ku berlari mencari tempat berteduh. Tak berselang lama, hujan semakin deras. Aku terjebak di bawah atap toko sepatu. Karena derasnya hujan, ku urungkan niat untuk menembusnya.
Aku hanya bisa berdiri sambil memeluk laptopku yang takut terkena hujan. Ku tatap langit yang kelabu pertanda hujan masih lama. Udara dingin menyeruak menembus hingga ke tulang rusuk. Tak ku gubris. Orang-orang yang berada di sekitarku mulai merapatkan diri karena cipratan hujan.

Berpisah di 19.38 WIB

Lama tak bersua kawan. Rindu rasanya dapat bertemu lagi. Aku kembali membawa cerita-cerita yang pernah hadir dalam kehidupanku. Kali ini aku akan sedikit bercerita mengenai 8 jam-ku bersama Cak Lesus kemarin.
Selepas pukul 11.00 WIB, aku memacu Nancy-ku (Sepeda motor F1ZR kesayanganku) ke rumah Cak Lesus. Bukan tanpa alasan aku pergi kerumahnya. Malam sebelumnya dia memintaku untuk mengajaknya jalan-jalan. Kemana saja. Mungkin jenuh dalam kehidupannya lagi kambuh.
Saat aku datang, Cak Lesus ada di depan rumahnya bersama kedua tamunya. Tak selang berapa lama, tamu tersebut pun pamit pulang. Tinggallah aku dan dia. Untuk mencairkan suasana, Cak Lesus mengeluarkan beberapa buku untukku baca. “Islam Yang Memihak”, aku pernah melihat buku ini sewaktu bazaar buku Ecpose 2 tahun yang lalu. Akan tetapi aku belum tertarik membacanya sampai saat ini. Entah mengapa.