Jumat, 15 Februari 2013

Jurnalisme Islami

Di dalam bukunya Andreas Harsono yang berjudul  "Agama Saya adalah Jurnalisme" menerangkan bahwa tidak ada yang namanya "Jurnalisme Islami". Jurnalisme Islami tidak ada? mengapa? karena yang namanya jurnalisme tak bisa dibagi-bagi dengan agama. Jika para "pakar nasional" mengatakan bahwa "Jurnalisme Islami" memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan orang banyak apakah wartawan tidak berlaku demikian? apakah benar perilaku wartawan sudah bersih dari yang namanya suap dan dosa jika dia menggunakan label "Jurnalisme Islami"? yang namanya genre dalam jurnalisme bisa diakui sebagai gerakan baru bila orang-orang yang mempromosikannya bisa menerangkan seperangkat metode yang lebih advanced dari metode sebelumnya tanpa melawan elemen-elemen klasik dalam jurnalisme.
jadi, haruskah para "pakar nasional" tersebut masih mempertahankan pendapatnya yang hanya akan membuat mahasiswa bingung?

2 komentar: